New Odyssey
| Product | |||||
|---|---|---|---|---|---|
|
| New Odyssey |
|
Honda New Odyssey pertama kali diluncurkan secara resmi oleh ATPM Honda, PT. Honda Prospect Motor (HPM) awal tahun ini. Tetapi seperti Jazz, konsumen lebih dahulu mengenal MPV ini melalui Importir Umum (IU) setahun sebelumnya. Uniknya HPM menawarkan harganya lebih tinggi daripada IU, dengan selisih Rp 18 jutaan. Odyssey berbasis sedan New Accord, dengan tampilan eksterior sporti, agresif dan futuristik. Garis bodi terlihat mengalir tegas dari kap mesin mendekati kaca depan dengan menampilkan pola ceruk yang terus menuju bagian belakang. Model headlamp tipis dan melancip pada sisi atas dan bawah dengan lensa biru untuk lampu dekat dan bereflektor parabolik, serta berteknologi HID (High Density Discharge). Model pipih bodi Odyssey mengesankan penampilan yang kurang proporsional, desain demikian pula yang membuat pengamat menganggap Odyssey adalah crossover MPV dan station wagon. Namun keuntungannya adalah kelapangan kabin. Interior Odyssey cukup lapang, dengan tata ruang ergonomis dan bermaterial mewah, demikian pula dengan fitur pendukung seperti magical powered electric seat, yakni pelipatan dan pengaturan secara elektrik pada jok bagian belakang. Pengoperasiannya dengan cara menekan tombol di pilar D. Kemudahan ini memungkinkan pengguna untuk memperluas ruang bagasi jika diperlukan. Penempatan kontrol AC dan audio serta fungsi-fungsi lainnya di dasbor tampak simpel dan mudah pengoperasiannya, seperti pula penempatan tuas transmisinya. Lainnya adalah tampilan meter yang dilengkapi dengan 3-D contrast self luminous meter cluster. Kelengkapan rekreasional adalah sunroof yang pengoperasiannya dengan tombol yang berada di dasbor. Odyssey berkapasitas 7 penumpang dengan konfigurasi 2+3+2, masing-masing jok memberikan kesan roomy, dan mudah pengaturannya. Mesin Odyssey sama dengan yang digunakan oleh Accord dan New CR-V, yakni mesin berteknologi i-VTEC berkapasitas 2.400 cc. Teknologi i-VTEC merupakan teknologi timing bukaan katup yang menyesuaikan dengan putaran mesin, hasilnya mesin berperforma optimal pada setiap range putaran mesin, efisien dan konsumsi bahan bakar ekonomis di kelasnya. Mesin menghasilkan tenaga 160 tk pada putaran 5.500 rpm, dan torsi maksimal 218 Nm pada 4.500 rpm. Namun dengan rasio power to weight lebih besar daripada Accord tentunya performa Odyssey tak akan selincah Accord. Maklum hal ini juga disebabkan karena selisih berat keduanya sekitar 300 kg, Odyssey lebih berat. Transmisi matik Odyssey 5 kecepatan Tiptonic, transmisi matik dilengkapi dengan mode manual agar pengendara dapat merasakan performa sporti layaknya transmisi manual. Percepatan terasa halus karena transmisi menggunakan CVT (continous variable transmision), sistem tak seperti transmisi otomatis lainnya yang menimbulkan sentakan saat ‘perpindahan’ gir. CVT menggunakan dua buah pulley untuk menghasilkan rasio ‘gir’ yang sangat bervariasi dan dikontrol secara elektronik. Fitur keselamatan Odyssey termasuk premium seperti teknologi rangka G-CON, dual airbag, sistem rem ABS dilengkapi EBD dan BA. Frame bodi menggunakan bahan baja high tensile yang diklaim tahan terhadap benturan tetapi ringan dibandingkan dengan bahan baja biasa. Penggunaan bahan ini membuat Odyssey relatif lebih ringan 16 kg. Serta fitur keamanan, yakni keyless entry, alarm, dan immobilizer serta sensor ultrasonic. Desain eksterior menampilkan kesan panjang seperti limousine, tetapi tampak belakang justru menampilkan kesan sporti dengan twin exhaust. Ergonomika terbilang baik hingga jok baris belakang, hanya saja noise dan vibrasi sedikit terasa oleh penumpang pada baris ketiga. Handling kendaraan mantap didukung ground clearance rendah. Posisi transmisi yang berdekatan dengan stir memudahkan perpindahan gigi saat mode manual. Plus Desain dianggap trend setter di kelasnya. Kabin ergonomis, berkesan luas bahkan bagi penumpang pada baris ketiga. Minus Handling Odyssey dinilai baik, hanya saja roda kemudi beraksen kayu, dianggap mengganggu pengendalian, karena licin. Pilar A yang landai cukup mengganggu visibilitas, sebab blindspot menjadi besar. Kabin belakang rendah menyulitkan akses. Kesimpulan Odyssey adalah MPV dengan desain selangkah lebih maju daripada kompetitornya, keserasian desain baik interior maupun eksterior merupakan yang terbaik di kelasnya. Demikian pula dengan handling dan performanya. Hanya saja harga yang ditawarkan terlalu tinggi, meski resale value cukup baik.(AFD) DATA Mesin I-4 DOHC i-VTEC 16 katup Sistem BBM PGM-FI Kapasitas (cc) 2.354 Tenaga (tk/rpm) 160/5.500 Torsi (Nm/rpm) 218/4.500 Diameter x langkah (mm) 87X99 Dimensi Pjg/Lbr/Tg (mm) 4.765/1.800/1.550 Jarak Sumbu Roda (mm) 2.830 Jarak Pijak roda depan/blk (mm) 1.560 Berat Kosong (kg) 1.675 Kapasitas tangki (lt) 65 Kemudi rack & pinion, power assisted Radius putar (m) 5,4 Transmisi A/T 5 kecepatan Tiptronic Suspensi Depan Independent Double Wishbone+Coil spring Belakang Independent Double Wishbone+Coil spring Rem depan/blk Cakram berventilasi/Cakram Ban 215/60 R16 Perangkat Keselamatan Dual airbag, sistem rem ABS dilengkapi EBD dan BA, rangka G-CON. Harga Rp 428 juta Hasil Ujicoba Akselerasi (detik) 0-100 km/jam 11,7 0-80 km/jam 8,4 0-60 km/jam 5,4 0-40 km/jam 3,4 0-20 km/jam 1,5 0-400 m 18,3 Pengereman 100 km/jam-0 43,6@3,1detik Kebisingan kabin (dB) Idle 45,7 20 km/jam 52,6 40 km/jam 56,6 60 km/jam 58,7 80 km/jam 64 100 km/jam 66,7 Konsumsi BBM rata-rata(km/lt) 6,2 Skid Pad (G) 0,92 Uji Emisi CO (% vol) 0 HC (ppm vol) 10 |

